Nuklir di Indonesia

Mendengar kata nuklir, mungkin kita memiliki respon yang berbeda-beda. Ada yang biasa saja, ada yang merinding, bahkan ada yang ketakutan. Mengapa? mungkin karena nuklir atau dalam Bahasa Inggris disebut Nuclear, seringkali dikaitkan dengan bencana dan kecelakaan kerja yang merenggut nyawa orang banyak. Padahal kasus-kasus kecelakaan nuklir tersebut tidak banyak. Tercatat dari seluruh reaktor nuklir di dunia, kurang dari 10 yang mengalami kecelakaan, dan baru 2 yang meledak.

Sebelum berkeliling di BATAN, kami diberi pengarahan dan pengenalan tentang Nuklir

Indonesia, negara kepualauan di sebelah tenggara Asia merupakan salah satu negara yang ikut mengembangkan nuklir dan ilmu pengetahuannya. Terbukti dengan adanya Sekola Tinggi Nuklir di Indonesia yang dibuat dengan tujuan untuk memupuk tenaga-tenaga ahli di bidang nuklir. Dalam sejarahnya, perkembangan nuklir di Indonesia dimulai dari perintah Presiden Soekarno kepada menterinya agar menyelidiki dan memeriksa kadar nuklir di Indonesia. Alasan Presiden untuk memeriksa tersebut adalah karena uji coba nuklir Amerika Serikat di Samudera Pasifik yang memiliki kemungkinan debu radioaktifnya menyebar hingga ke Indonesia. Namun ternyata, setelah penelitian oleh para ahli nuklir Indonesia dan bantuan asing, Indonesia bebas dari debu nuklir uji coba Amerika Serikat tersebut.

Di gedung ini, limbah radioaktif diolah hingga mempunyai residu yang sedikit dengan tingkat pengawasan tinggi.

Para ahli nuklir Indonesia melihat kesempatan penelitian ini untuk mengembangkan nuklir lebih lanjut. Setelah memeriksa debu radioaktif tersebut, para peneliti Indonesia meminta Presiden Soekarno untuk melanjutkan penelitian nuklir tersebut, dan akhirnya disetujui. Kemudian pada tahun 1958 dibentuklah Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom sesuai dengan Peraturan Pemerintah no. 65 Tahun 1958 .Nama LTA dan DTA berubah menjadi BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) pada tahun 1965. Hingga pada tahun ini Indonesia mempunyai 3 reaktor, dengan hanya 2 reaktor yang aktif. Reaktor G.A. Siwabessy merupakan reaktor di Indonesia yang memiliki daya paling besar, yaitu 30MW. Reaktor Triga Mark II di Bandung sekarang sudah dinonaktifkan untuk kepentingan tertentu.

Pengarahan oleh pemandu di Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif

Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Pendidika Indonesia pada tanggal 30 Mei 2012 kemarin berkesempatan untuk mengunjungin reaktor serbaguna dengan daya terbesar, yaitu reaktor G.A. Siwabessy di komplek PP Iptek Serpong, Tanggerang. Saya banyak diberi pengetahuan tentang penggunaan nuklir dan pengolahan limbah nuklir di Indonesia. Salah satu pengetahuan penting yang saya dapatkan dari kunjungan itu adalah, bahwa ternyata Indonesia mampu dan berdaya untuk menggunakan nuklir sebagai penelitian, atau bahkan sumber energi listrik.\

 

Mahasiswa Pendidikan Fisika UPI bergaya di depan gedung Reaktor Serbaguna GA Siwabessy

Di sini, reaktor G.A. Siwabessy sudah pernah digunakan untuk penelitian dan produksi neutron bidang kesehatan. Namun kebanyakan produk dari reaktor ini adalah untuk keperluan penelitian. Bahkan beberapa tahun kemarin, banyak negara-negara asing yang ingin mengadakan penelitian gabungan di reaktor ini. Memang, jika dibandingan dengan reaktor nuklir di Swiss dengan kapasitas 1 Terra Watt, kita tertinggal jauh. Namun reaktor G.A. Siwabessy ini merupakan salah satu reaktor nuklir yang paling produktif di dunia. Dengan pengawasan ketat para ahli, reaktor ini selalu berhasil memproduksi neutron untuk bidang kesehatan.

 

Pengarahan dan Pembekalan sebelum masuk ke ruang Reaktor. Setelah dari sini, kamera dilarang masuk!

Penjagaan dan pengawasan ketat dilaksanakan di sini. Untuk menghindari dan mencegah kelalaian manusia, maka ketika saya masuk ke dalam ruangan reaktor, saya harus menggunakan pakaian lab dan sepatu yang terbungkus sebagai standar keamanan bagi pengunjung. Sayangnya ketika saya berkunjung, reaktor tersebut sedang dijadwalkan tidak aktif memproduksi neutron, sehingga saya tidak dapat mengetahui langsung proses memproduksi neutron.

Pengarahan dan Pembekalan sebelum masuk ke ruang Reaktor. Setelah dari sini, kamera dilarang masuk!

Siapa bilang negara kita tidak mampu? pengolahan limbah nuklir di Indonesia merupakan salah satu yang paling ketat di dunia. Setiap bulan, inspeksi dari Badan Pengawas Atom Nasional sering diadakan. Pengawasan tersebut berkaitan dengan penggunaan reaktor maupun pengolahan limbahnya. Namun sayang sekali, saya tidak diperbolehkan mengambil gambar di dalam ruang reaktor dan sistem pengolahan limbah tersebut. Saya hanya diperbolehkan untuk mengambil gambar dari luar.

Pegalaman saya berkunjung ke BATAN merupakan pengalaman pertama kali. Namun di situ saya sadar, sebenarnya Indonesia sudah mampu mengadakan reaktor untuk keperluan suplai listrik. Beberapa perencanaan untuk mengembangkan PLTN pun diungkapkan oleh Bapak-Ibu pembimbing perjalanan kami selama di BATAN tersebut. Jadi, kita sebagai warga Indonesia sepatutnya mendukung program tersebut. Karena jika tidak, maka ilmu nuklir yang bangsa Indonesia punya akan “mandeg” dan tidak berkembang menuju tingkat yang lebih tinggi.

 

Info lebih lengkap tentang program nuklir yang dilaksanakan Indonesia saat ini. kunjungi www.batan.go.id

Iklan

United di Universitas Pendidikan Indonesia

United UPI berfoto bersama setelah acara nonton bareng Manchester United vs Everton.

Akhir-akhir ini banyak basis fansclub sepak bola eropa bermunculan di kampusku. Salah satunya adalah fans klub “Setan Merah” atau Manchester United. Komunitas pecinta klub asal Inggris ini baru berdiri sekitar pertengahan bulan april kemarin, dan telah mengadakan dua kali gathering. Perkiraanku, jumlah anggota komunitas ini akan terus bertambah, seiring dengan publikasi dari komunitas ini sendiri diantara mahasiswa-mahasiswa UPI yang lainnya.

info lebih lanjut, follow twitter @unitedUPI atau join grup Manchester United UPI di Facebook .