What is Human Trafficking?

Human Trafficking atau Perdagangan Manusia adalah kejahatan tak termaafkan.

Human Trafficking atau Perdagangan Manusia adalah kejahatan tak termaafkan!

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNDOC (Bagian dari PBB yang bertugas menangani kejahatan dan obat bius)  mendefinisikan human trafficking : ”Human Trafficking is a crime against humanity. It involves an act of recruiting, transporting, transfering, harbouring or receiving a person through a use of force, coercion or other means, for the purpose of exploiting them.(UNDOC, 2012).”Perdagangan manusia adalah tindakan kriminal terhadap kemanusiaan. Kegiatannya meliputi tindakan perekrutan, pengangkutan, mentransfer, menyimpan atau menerima seorang manusia menggunakan kekerasan, pemaksaan atau lainnya untuk keperluan mengeksploitasi mereka.”

Definisi tersebut dipublikasikan oleh PBB sebagai ketentuan umum dari Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons (Protokol untuk Mencegah, Menekan dan Menghukum Perdagangan Manusia). Protokol tersebut menjadi dasar bagi setiap negara di dunia untuk memerangi kegiatan perdagangan manusia.

Sedangkan GAATW (Global Alliance Against Traffic in Woman) mendefinisikan trafficking sebagai:

Semua usaha atau tindakan yang berkaitan dengan perekrutan, pembelian, penjualan, transfer, pengiriman, atau penerimaan seseorang dengan menggunakan penipuan atau tekanan, termasuk pengunaan ancaman kekerasan atau penyalahgunaan kekuasaan atau lilitan hutang dengan tujuan untuk menempatkan atau menahan orang tersebut, baik dibayar atau tidak, untuk kerja yang tidak diinginkan (domestik seksual atau reproduktif) dalam kerja paksa atau dalam kondisi perbudakan, dalam suatu lingkungan lain dari tempat dimana orang itu tinggal pada waktu penipuan, tekanan atau lilitan hutang pertama kali.(Husni, 2012)

Berdasarkan definisi-definisi di atas, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa perdagangan manusia secara garis besar meliputi :

  1.  Tindakan yang berupa perekrutan, penampungan, pengangkutan, pengiriman, pemindahan serta penerimaan seseorang manusia.
  2. Menggunakan cara pemaksaan, ancaman, penculikan, penyekapan, penipuan, pemalsuan, penyalahgunaan posisi dan wewenang dan memberi bayaran sehingga mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang.
  3. Bertujuan untuk mengeksploitasi seseorang, atau menyebabkan seseorang tereksploitasi.

Kasus perdagangan manusia hampir menyerupai kasus Narkoba. Kasus seperti ini merupakan kasus yang pelik, karena sulit untuk menemukan laporan-laporan tindakan perdagangan sebelum benar-benar terjadi atau baru menyadari. Perlu adanya pendekatan-pendekatan tertentu untuk hanya mendata korban kasus perdagangan manusia saja. Tertutupnya sindikat perdagangan manusia seringkali menjadi penghalang bagi kepolisian untuk mencegah terjadinya kegiatan tersebut.

Kebanyakan kasus perdagangan manusia di Indonesia yang telah diketahui dan diselesaikan perkaranya berawal dari keinginan korban untuk bekerja. Karena dorongan hutang dan tuntutan keluarga, korban biasanya cenderung berpikir pendek dan terbuai akan iming-iming gaji besar. Namun pada akhirnya korban baru menyadari bahwa dirinya ditipu oleh agen setelah korban sudah perada di tangan penadah. Latar belakang seperti ini biasanya terjadi pada perdagangan perempuan untuk tujuan-tujuan eksploitasi seksual. Kasus yang sisanya merupakan tindakan  pemaksaan, pemerasan serta penculikan. Kebanyakan korban perdagangan manusia yang melalui cara ini adalah anak-anak. Lemahnya pengawwasan perlindungan terhadap anak menyebabkan perdagangan anak dapat dengan mudah terjadi. Anak-anak yang dijual tersebut biasanya dijadikan buruh kasar, budak, dan pekerja seks komersial.

sumber :

UNDOC. 2012. What is Human Trafficking?. UNDOC : [online] http://www.unodc.org/unodc/en/human-trafficking/what-is-human-trafficking.html

Husni, Amiy. 2012. Makalah Human Trafficking, Pengertian Human Trafficking, Penanggulangan Human Trafficking. Blogspot.com. [online] http://amifiputri.blogspot.com/2012/05/makalah-human-trafficking-pengertian.html

Iklan

Diagnosis Kesulitan Belajar

  1. Pengertian Diagnosis

Diagnosis, merupakan istilah teknis (terminology) yang kita adopsi dari bidang medis. Menurut Thorndike dan Hagen (1955: 530-532), diagnosis dapat diartikan sebagai :

1)      Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang saksama mengenai gejala-gejalanya.

2)      Studi yang saksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial.

3)      Keputusan yang dicapai setelah dilakukan studi secara sakasama atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal.

Dilihat dari ketiga definisi di atas, diagnosis ternyata bukan hanya mengidentifikasi, tetapi juga memutuskan prediksi kemungkinan-kemungkinan untuk menyarankan cara pemecahannya.

  1. Pengertian Kesulitan Belajar

Menurut Burton (1952 : 622-624) mengidentifikasi seorang siswa kasus dapat dipandang atau dapat diduga mengalami kesulitan belajar kalau yang bersangkutan menunjukkan kegagalan tertentu dalam mencapai tujuan-tujuan belajarnya. Kegagalan belajar didefinisikan sebagai berikut :

1)      Siswa dikatakan gagal apabila dalam batas waktu tertentu yang bersangkutan tidak mecapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan minimal dalam pelajaran tertentu, seperti yang telah ditetapkan oleh orang dewasa atau guru.

2)      Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak dapat mengerjakan atau mencapai prestasi yang semestinya. Ia diramalkan akan dapat mengerjakannya atau mencapai suatu prestasi, namun ternyata tidak sesuai dengan kemampuannya.

3)      Siswa dikatakan gagal  kalau yang bersangkutan tidak dapat mewujudkan tugas-tugas perkembangan, termasuk penyersuaian sosial sesuai dengan pola organismiknya pada fase perkembangan tertentu, seperti yang berlaku bagi kelompok sosial dan usia yang bersangkutan.

4)      Siswa dikatakan gagal kalau yang bersangkutan tidak berhasil mencapai tingkat penguasaan yang diperlukan sebagai prasyarat bagi kelanjutan pada tingkat pelajaran berikutnya.

Berdasarkan pengertian diagnosis dan kesulitan belajar di atas, dapat disimpulkan diagnostic kesulitan belajar sebagai suatu proses atau upauya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan-kesulitan belajar dengan menghimpun dan mempergunakan berbagai data/informasi selengkap dan seobjektif mungkin sehingga memungkinkan untuk mengmbil kesimpulan dan keputusan serta mencari alternative kemungkinan pemecahannya.

  1. 1.        Prosedur dan Teknik Diagnostik Kesulitan Belajar

Ross dan Stanley (1956 : 332-341) menggariskan tahapan diagnosis sebagai berikut:

Tahapan diagnosis menurut Ross dan Stanley (1956)

Tahapan diagnosis menurut Ross dan Stanley (1956)

Dari skema tersebut, tampak bahwa keempat langkah yang pertama dari diagnosis itu merupakan usaha perbaikan atau penyembuhan.Sedangkan langkah yang kelima merupakan usaha pencegahan.

Burton (1952 : 640-652) menggariskan agak lain, yaitu berdasarkan kepada teknik dan instrument yang digunakan dalam pelaksanaannya sebagai berikut :

  1. 1.      General Diagnosis

Pada tahap ini lazim digunakan tes baku, seperti yang digunakan untuk evaluasi dan pengukuran psikoligis dan hasil belajar. Sasarannya, untuk menemukan siapakah siswa yang diduga mengalami kelemahan tersebut.

  1. Analystic diagnostic

Pada tahap ini yang lazimnya digunakan adalah tes diagnostic.Sasarannya, untuk mengetahui dimana letak kelemahan tersebut.

  1. Psychological diagnosis

Pada tahap ini teknik pendekatan dan instrument yang digunakan antara lain :

  1. Observasi
  2. Analisis karya tulis
  3. Analisis proses dan respons lisan
  4. Analisis berbagai catatan objrktif
  5. Wawancara
  6. Pendekatan laboratory dan klinis
  7. Studi kasus

Dari kedua model pola pendekatan di atas, Prof. Dr. H. Abin Syamsudin Makmun, M. A. menjabarkannya ke dalam suatu pola pendekatan operasional sebagai berikut :

Pola pendekatan menurut Prof. Abin Syamsudin.

Pola pendekatan menurut Prof. Abin Syamsudin.

  1. Mengidentifikasi Kasus dan Masalah

Langkah-langkah operasionalnya berupa :

  1. Menandai dan menemukan siapakah siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar.

Yang menjadi persoalan dalam langkah ini adalah bagaimana cara membuktikan kasus dugaan tersebut dalam praktiknya, dengan kata lain, siapa saja siswa yang dalam kenyataannya memerlukan bantuan.

  1. Menemukan dimana letak kesulitan belajar itu dan mengidentifikasikan bagaimana karakteristik kesulitan belajar tersebut.

Persoalan pada langkah ini berupa :

1)      Dalam mata pelajaran manakah kesulitan itu terjadi?

2)      Pada kawasan tujuan belajar (aspek perilaku) yang manakah kesulitan itu terjadi?

3)      Pada bagian (ruang lingkup) bahan yang manakah kesulitan itu terjadi?

4)      Dalam segi-segi proses belajar manakah kesulitan itu terjadi?

  1. Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

Menurut Loore (1970: 121-133), berbagai variable yang memengaruhi proses belajar-mengajar terdiri atas :

  1. Stimulus atau Learning Variables

Variabel ini mencakup :

1)      Learning experience variables

Hal ini menyangkut kuat lemahnya motivasi untuk belajar, serta bermakna tidaknya atas apa yang dipelajari dan dikerjakan.

2)      Environmental variables

Menyangkut iklim belajar yang bergantung pada tempat, waktu, fasilitas, dan keharmonisan hubungan manusiawi dalam lingkungannya.

  1. Organismic variables

Variable ini mencakup

1)      Characteristik of the learners

Antara lain tingkatan intelegensi, usia dan taraf kematangan, jenis kelamin, kesiapan dan kematangan untuk belajar.

2)      Mediating processes

Kondisi lazim terdapat dalam diri antara lain intelegensi, presepsi, motivasi, dorongan, kesiapan konflik, tekanan batin dan sebagainya turut berperan pula dalam proses berperilaku termasuk perilaku belajar.

  1. Response variables

Sebagaimana telah dikelompokkan berdasarkan tujuan-tujuan pendidikan, yaitu :

1)      Tujuan Kognitif

2)      Tujuan Afektif

3)      Tujuan Psikomotor

  1. Mengambil Kesimpulan dan Membuat Rekomendasi Pemecahannya

Ada tiga rekomendasi pelaksanaan dalam menarik kesimpulan, yaitu :

  1. Menarik suatu kesimpulan meskipun hanya secara tentative
  2. Membuat perkiraan apakah masalah itu mungkin untuk diatasi
  3. Memberikan saran tentang kemungkinan cara mengatasinya

Teknologi Informasi Untuk Manusia

A.    Sejara Perkembangan TI

Informasi merupakan salah satu hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Khususnya manusia, informasi ini sangat penting dimiliki untuk saling berinteraksi antar manusia. Informasi ini merupakan ungkapan atau rangsangan dari seorang manusia kepada manusia lainnya, agar manusia tersebut saling mendapatkan respon satu sama lain. Oleh karena itu, manusia mulai memikirkan alat untuk mempermudah mereka saling berkomunikasi dan berinteraksi.

Manusia purba berkomunikasi melalui bahasa gambar.

Manusia purba berkomunikasi melalui bahasa gambar.

Pada jaman pra sejarah, manusia sudah mempunyai cara untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Mereka menggunakan gambar-gambar dari bentuk yang mereka ingin informasikan kepada manusia lainnya. Pada jaman itu, manusia sudah mengenal bentuk, yang kemudian mereka gambarkan pada dinding gua atau batu. Menggambarkan sebuah informasi pada saat itu merupakan cara berkomunikasi yang baik, karena saat itu bahasa manusia hanya sebatas isyarat tangan atau dengusan.

Kemudian pada jaman berkembangnya sejarah yang tercatat, manusia mengembangkan bentuk symbol dan huruf. Perkembangan symbol (pictograph) dan huruf (hierogiph) dapat kita temukan hingga saat ini. Bangsa Mesir kuno menuliskan informasi mereka dalam bangunan-bangunan mereka yang megah. Di dalam tulisan-tulisan berbentuk gambar tersebut tersimpan informasi kegiatan keseharian masyarakat Mesir Kuno saat itu.

Menulis di batu atau tanah liat kemudian dianggap primitive saat serat kertas ditemukan pertama kalinya. Kertas tersebut berasal dari serat pohon papyrus yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan media batu atau tanah. Sehingga penggunaan kertas untuk media menulis informasi berkembang sangat cepat. Hingga pada tahun 1800an, manusia dapat menciptakan mesin cetak. Mesin cetak ini yang kemudian menjadi awal mula kebangkitan dunia teknologi informasi modern saat ini.

Penggunaan kertas dan mesin cetak sebagai alat untuk menyampaikan informasi merupakan sebuah langkah canggih dalam dunia teknologi informasi. Mengingat teknologi informasi dalam bentuk konvensional seperti pada jaman purbakala tidak efisien dan efektif. Perbedaan mencolok antara teknologi informasi konvensional dengan yang modern ini terdapat pada penggunaan listrik sebagai sumber daya alat penyampaian teknologi tersebut. Pada teknologi konvensional, lebih sering menggunakan tangan manusia. Sedangkan pada teknologi modern, manusia dipermudah dengan adanya listrik sebagai daya penyaji informasi.

  1. B.     Peran Teknologi Informasi Dalam Kehidupan Manusia

Teknologi informasi sekarang ini sudah menjadi kebutuhan manusia yang penting. Perannya semakin penting pada seiring berbedanya bidang pekerjaan manusia yang semakin bermacam-macam. Pada bidang militer khususnya, perkembangan teknologi informasi ini selangkah lebih maju dibandingkan dengan bidang pendidikan. Hal ini karena pada bidang militer, informasi yang disebarkan atau yang disampaikan merupakan informasi strategis yang dapat mengancam Negara apabila bocor ke pihak musuh atau lawan. Pentingnya informasi yang disampaikan tersebut membuat perkembangan teknologi informasi pada bidang militer membutuhkan teknologi canggih dan kehati-hatian ekstra agar informasi tersebut tidak bocor.

Perkembangan bisnis yang cepat menuntut penyampaian informasi yang cepat pula.

Perkembangan bisnis yang cepat menuntut penyampaian informasi yang cepat pula.

Namun dalam kehidupan manusia pada umumnya, teknologi informasi digunakan pada bidang-bidang lainnya, seperti bidang pendidikan, bisnis, hingga bidang kedokteran. Pentingnya teknologi informasi tersebut pada dasarnya adalah untuk mempermudah manusia mendapatkan informasi. Misalnya saja pada bidang bisnis. Seseorang yang bekerja di bidang bisnis membutuhkan informasi yang cepat tersampaikan kepada para koleganya. Sehingga bisnisnya dapat berkembang secara cepat pula. Demikian pula dengan adanya pengembangan teknologi informasi di bidang pendidikan. Siswa saat ini sudah tidak lagi bergantung pada guru sebagai sumber belajar. Internet sekarang sudah menjadi trend baru sumber belajar bagi siswa.

Trend sumber belajar baru tersebut sangat dimanfaatkan oleh siswa pada umumnya. Contohnya ketika siswa diberikan tugas untuk mengkaji sebuah masalah, selain dari buku literature, siswa tersebut dapat mendapatkan referensi lain yang relevan dari artikel-artikel blog melalui internet. Karena banyaknya referensi tersebut, maka tugas kajian siswa tersebut dapat menyentuh pada esensi-esensi pengetahuan yang lebih dalam. Tentunya apabila siswa tersebut dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan baik, maka produktivitas nilai siswa tersebut dapat bertambah dibandingkan dengan hanya mengandalkan buku literature sebagai sumber belajarnya.

Sibuk dengan ponsel akan mengurangi komunikasi verbal dengan orang lain.

Sibuk dengan ponsel akan mengurangi komunikasi verbal dengan orang lain.

Selain memiliki manfaat, teknologi informasi yang berkembang semakin cepat ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan tersebut berupa dampak negative yang dialami oleh manusia yang menggunakan teknologi tersebut. Diantara hal-hal negative tersebut adalah berkurangnya interaksi social antar manusia secara verbal. Seringkali kita temui sekelompok mahasiswa atau pelajar yang sedang berkumpul, namun mereka sedang sibuk dengan handphone nya masing-masing. Kumpulan tersebut terasa sepi dan tidak ada interaksi, tetapi sesungguhnya mereka berinteraksi melalui internet dengan HP yang mereka punyai.

Dampak negative perkembangan teknologi informasi juga diantaranya adalah semakin maraknya pornografi. Cepatnya informasi yang dapat disajikan membuat informasi apa saja dapat tersampaikan, termasuk informasi-informasi yang sebenarnya tidak pantas untuk disebarkan. Perlu ada tindakan khusus mengenai hal ini agar dampak negative tersebut dapat dikurangi jika perlu dihilangkan.

  1. C.    Teknologi Informasi Masa Depan

Saat ini teknologi informasi sudah jauh melebihi angan-angan dari orang-orang terdahulu yang berusaha mengembangkan teknologi itu sendiri. Tidak menutup kemungkinan untuk sekitar 5 hingga 20 tahun yang akan datang, perkembangan teknologi mencapai hal-hal yang kita sebut mustahil saat ini. Misalkan saja, jaman dahulu manusia belum dapat melihat keadaan wilayah daerah lain pada saat yang bersamaan dari tempatnya berada. Namun perkembangan teknologi informasi mewujudkan hal yang dianggap mustahil saat itu menjadi nyata. Sekarang kita dapat melihat keadaan suatu wilayah dengan citra satelit yang dapat diakses melalui internet. Hal tersebut terdengar mustahil sekitar 20 tahun yang lalu. Tetapi ternyata hal tersebut ada saat ini.

Begitu juga dengan hal-hal yang mustahil saat ini, seperti melakukan perbincangan jarak jauh dengan citra nyata kedua belah pihak yang saling berkomunikasi. Teknologi pencitraan tiga dimensi dengan hologram sedang dikembangkan saat ini, tidak menutup kemungkinan hal yang mustahil di atas dapat terwujud secara nyata sekitar 5 atau 10 tahun yang akan datang.