Ayo Belajar Fisika

Kuliah di jurusan pendidikan fisika membuat saya tahu lebih banyak mengenai dasar-dasar fenomena yang terjadi di alam ini. Yap, karena fisika adalah ilmu yang menjelaskan tentang kejadian alam, tentunya bahan kajian kami tidak jauh dari kehidupan sehari-hari di bumi. Aplikasi dari fisika itu sendiri diantaranya berupa alat elektronik, pemicu gelombang laut pada kolam renang, bahkan pendeteksi gempa. Belajar mengenal alam kita sendiri menurut saya adalah hal yang paling luar biasa dalam hidup saya. Karena dengan belajar mengenal lebih dalam alam yang kita tinggali ini, kita jadi lebih menghargai keseimbangan yang dibentuk oleh perpaduan elemen dalam alam ini.

Contoh keseimbangan alam itu salah satunya adalah tubuh kita sendiri. Dalam bahasan makroskopis di fisika, tubuh kita ini terdiri dari komponen-komponen termodinamika (termo itu suhu dan dinamika itu berubah terus). Jika kita rasakan sendiri, badan kita tidak akan sama suhunya dengan suhu luar. Mengapa? karena tubuh kita mempunyai sistem pengendalian suhu sendiri dan berusaha untuk melawan suhu dari luar agar kita dapat bertahan hidup. Jika suhu kita sama dengan suhu luar, maka metabolisme dalam tubuh kita tidak dapat bekerja lagi, dan itu artinya kita telah mati. Tetapi dalam kajian mikroskopisnya, tubuh kita terdiri dari unsur-unsur oksigen, nitrogen, karbondioksida, hingga hidrogen yang kesemuanya bersatu membentuk dan menyusun tubuh kita hingga seperti yang kita rasakan sekarang ini. Unsur-unsur tersebut ternyata juga terdiri dari komponen-komponen yang bersifat atomik. Elektron yang berputar mengelilingi inti. Neutron, positron dan proton yang sedemikian hingga menyusun inti yang masih jadi misteri. Hingga adanya kenyataan bahwa di antara elektron dan inti terdapat ruang kosong yang sangat luas. Fisika memberikan saya pengetahuan semacam itu. Pengetahuan yang tidak dapat kita temukan jika kita hanya duduk di kamar sambil berselancar ria di duina media sosial.

Kuliah di jurusan Pendidikan Fisika UPI sebenarnya sama saja dengan kuliah di jurusan fisika di universitas lainnya. Kita sehari-hari membahas dan mencoba menemukan solusi matematik berdasarkan kejadian alam. Seperi pada foto berikut, seorang dosen dan mahasiswanya sedang mengerjakan sebuah soal mengenai potensial Yukawa. Ketika ditemukan kesalahan pada solusi, baik dosen maupun siswa juga ikut berpikir mencari kesalahan itu dan mencoba memperbaikinya. Kegiatan seperti ini bahkan sudah menjadi kegiatan rutin saat kuliah. Meskipun mahasiswa yang lain terlihat tak acuh, namun bagi mereka yang ingin mengetahui, pasti mereka mencari tahu.

Semua orang bingung apa yang sedang dicarinya

Menjadi seorang mahasiswa fisika tidak membuat saya dituntut untuk menjadi fisikawan. Memang program studi yang saya ambil adalah pendidikan fisika, yang nantinya saya akan menjadi seorang guru fisika. Ya, guru fisika yang mengajarkan murid tentang fisika untuk bekal mereka saat Ujian Nasional nanti. Apakah bekalnya hanya sampai UN? ternyata tidak. Saat belajar fisika, kita juga diajarkan berpikir kritis, sistematis, analitis, hingga evaluatif. Proses belajar seperti itu yang seharusnya diterapkan dalam pembelajaran fisika di sekolah-sekolah, bukan hanya menjawab soal dan lulus Ujian Nasional.

Data Gempa Bumi 12-26 April 2010

Sumber: www.iris.edu

DATE and TIME (UTC); LAT-ITUDE ; LONG-ITUDE ; MAG-NITUDE ; DEPTH km ; REGION

20-APR-2010 03:40:02 ; 37.72 ; 95.68 ; 4.4 ; 10.0 ; QINGHAI, CHINA

17-APR-2010 00:59:02 ; 32.58 ; 92.74 ; 5.1 ; 57.0 ; XIZANG

15-APR-2010 04:00:10 ; 33.18 ; 96.83 ; 4.4 ; 10.0 ; QINGHAI, CHINA

14-APR-2010 12:19:35 ; 33.08 ; 96.84 ; 4.1 ; 10.0 ; QINGHAI, CHINA

14-APR-2010 03:15:46 ; 33.15 ; 96.70 ; 4.7 ; 10.0 ; QINGHAI, CHINA

14-APR-2010 01:25:16 ; 33.23 ; 96.46 ; 5.8 ; 10.0 ; QINGHAI, CHINA

14-APR-2010 00:12:25 ; 33.16 ; 96.58 ; 5.2 ; 10.0 ; QINGHAI, CHINA

14-APR-2010 00:01:17 ; 32.88 ; 97.00 ; 5.3 ; 10.0 ; QINGHAI, CHINA

13-APR-2010 23:49:42 ; 33.26 ; 96.67 ; 6.9 ; 46.9 ; QINGHAI, CHINA

13-APR-2010 21:40:00 ; 33.18 ; 96.62 ; 5.0 ; 19.0 ; QINGHAI, CHINA

26-APR-2010 02:59:50 ; 22.25 ; 123.73 ; 6.9 ; 10.0 ; SOUTHEAST OF TAIWAN

25-APR-2010 20:43:59 ; 24.73 ; 124.93 ; 5.0 ; 60.5 ; SOUTHWESTERN RYUKYU ISLANDS

25-APR-2010 11:14:11 ; 22.01 ; 121.52 ; 4.7 ; 10.0 ; TAIWAN REGION

19-APR-2010 00:02:36 ; 19.61 ; 120.41 ; 4.8 ; 37.9 ; PHILIPPINE ISLANDS REGION

13-APR-2010 21:43:54 ; 23.45 ; 123.51 ; 4.9 ; 24.0 ; SOUTHWESTERN RYUKYU ISLANDS

13-APR-2010 20:49:07 ; 23.14 ; 121.40 ; 4.9 ; 3.0 ; TAIWAN

12-APR-2010 21:29:22 ; 16.34 ; 119.71 ; 4.9 ; 35.0 ; LUZON, PHILIPPINE ISLANDS

25-APR-2010 23:23:25 ; -7.11 ; 128.97 ; 4.7 ; 18.2 ; BANDA SEA

25-APR-2010 11:21:51 ; -5.48 ; 127.78 ; 5.0 ; 386.4 ; BANDA SEA

25-APR-2010 05:00:50 ; -10.10 ; 125.03 ; 4.7 ; 10.0 ; TIMOR SEA

24-APR-2010 12:11:55 ; -6.32 ; 131.05 ; 4.5 ; 35.0 ; TANIMBAR ISLANDS REG., INDONESIA

24-APR-2010 11:28:38 ; 0.92 ; 120.55 ; 4.5 ; 10.0 ; MINAHASSA PENINSULA, SULAWESI

24-APR-2010 07:41:03 ; -1.86 ; 128.16 ; 6.0 ; 53.4 ; HALMAHERA, INDONESIA

17-APR-2010 16:00:21 ; -7.04 ; 129.43 ; 5.0 ; 147.0 ; BANDA SEA

17-APR-2010 10:02:24 ; 3.65 ; 126.56 ; 5.3 ; 48.0 ; TALAUD ISLANDS, INDONESIA

17-APR-2010 07:22:59 ; 3.73 ; 126.61 ; 5.3 ; 35.0 ; TALAUD ISLANDS, INDONESIA

16-APR-2010 23:04:46 ; -8.07 ; 120.35 ; 4.8 ; 59.0 ; FLORES REGION, INDONESIA

12-APR-2010 09:48:41 ; -8.95 ; 124.05 ; 4.9 ; 112.0 ; TIMOR REGION, INDONESIA

25-APR-2010 15:42:23 ; -37.49 ; -72.87 ; 4.9 ; 40.6 ; CENTRAL CHILE

25-APR-2010 08:20:00 ; -37.92 ; -73.17 ; 4.7 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

24-APR-2010 09:14:51 ; -38.19 ; -73.80 ; 4.7 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

23-APR-2010 10:03:07 ; -37.42 ; -72.94 ; 6.1 ; 35.0 ; CENTRAL CHILE

23-APR-2010 07:25:27 ; -38.06 ; -73.55 ; 4.9 ; 36.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

21-APR-2010 03:52:02 ; -37.38 ; -73.64 ; 4.7 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

20-APR-2010 07:41:17 ; -33.96 ; -71.58 ; 4.7 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

19-APR-2010 07:32:50 ; -37.42 ; -73.61 ; 5.0 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

18-APR-2010 08:09:38 ; -36.99 ; -73.54 ; 4.7 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

18-APR-2010 07:53:33 ; -33.40 ; -71.92 ; 4.7 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

18-APR-2010 02:52:21 ; -37.08 ; -73.67 ; 4.8 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

18-APR-2010 01:49:39 ; -37.10 ; -73.68 ; 5.1 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

17-APR-2010 09:48:03 ; -37.90 ; -73.36 ; 5.0 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

16-APR-2010 23:15:37 ; -37.37 ; -73.60 ; 5.5 ; 21.3 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

16-APR-2010 22:41:37 ; -37.29 ; -73.42 ; 5.4 ; 17.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

16-APR-2010 22:38:25 ; -37.48 ; -73.77 ; 5.0 ; 17.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

14-APR-2010 23:02:28 ; -33.93 ; -72.48 ; 4.7 ; 36.0 ; OFF COAST OF CENTRAL CHILE

14-APR-2010 12:18:59 ; -35.73 ; -73.03 ; 4.6 ; 35.0 ; OFF COAST OF CENTRAL CHILE

14-APR-2010 11:11:48 ; -34.76 ; -71.90 ; 4.3 ; 27.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

14-APR-2010 04:46:59 ; -35.26 ; -72.77 ; 4.8 ; 35.0 ; NEAR COAST OF CENTRAL CHILE

13-APR-2010 07:58:08 ; -28.18 ; -63.22 ; 4.2 ; 555.0 ; SANTIAGO DEL ESTERO PROV., ARG.

11-APR-2010 22:54:04 ; -31.97 ; -67.61 ; 4.9 ; 124.0 ; SAN JUAN PROVINCE, ARGENTINA

25-APR-2010 02:59:47 ; 5.28 ; 94.44 ; 4.7 ; 57.1 ; NORTHERN SUMATERA, INDONESIA

24-APR-2010 11:08:29 ; 2.49 ; 96.90 ; 4.3 ; 35.0 ; NORTHERN SUMATERA, INDONESIA

19-APR-2010 13:54:09 ; 11.04 ; 93.85 ; 5.0 ; 176.7 ; ANDAMAN ISLANDS, INDIA

13-APR-2010 20:14:56 ; 7.80 ; 91.85 ; 5.3 ; 22.0 ; NICOBAR ISLANDS, INDIA

23-APR-2010 09:25:58 ; -6.74 ; 147.41 ; 5.3 ; 62.2 ; EASTERN NEW GUINEA REG., P.N.G.

22-APR-2010 23:07:43 ; -2.98 ; 142.16 ; 5.0 ; 51.9 ; NEAR N COAST OF NEW GUINEA, PNG.

22-APR-2010 18:32:20 ; -6.63 ; 146.37 ; 5.6 ; 127.7 ; EASTERN NEW GUINEA REG., P.N.G.

22-APR-2010 15:26:13 ; -2.87 ; 152.84 ; 4.6 ; 274.1 ; NEW IRELAND REGION, P.N.G.

22-APR-2010 01:58:10 ; -4.60 ; 144.68 ; 5.1 ; 130.8 ; NEAR N COAST OF NEW GUINEA, PNG.

18-APR-2010 09:28:32 ; -3.71 ; 141.94 ; 5.0 ; 52.4 ; NEW GUINEA, PAPUA NEW GUINEA

17-APR-2010 23:15:24 ; -6.74 ; 147.26 ; 6.2 ; 66.2 ; EASTERN NEW GUINEA REG., P.N.G.

17-APR-2010 18:09:27 ; -5.97 ; 146.59 ; 4.9 ; 60.0 ; EASTERN NEW GUINEA REG., P.N.G.

16-APR-2010 12:29:02 ; -2.83 ; 139.26 ; 4.7 ; 53.0 ; NEAR NORTH COAST OF IRIAN JAYA

13-APR-2010 16:50:46 ; -6.43 ; 145.31 ; 4.9 ; 38.0 ; NEW GUINEA, PAPUA NEW GUINEA

13-APR-2010 00:55:41 ; -4.40 ; 153.53 ; 5.4 ; 66.0 ; NEW IRELAND REGION, P.N.G.

Pusing? donlot aja lah..

Data Gempa Bumi

Basket, ditinjau dari Fisika

  1. SPIN BOLA

Tentu kita membutuhkan sebuah bola untuk bermain bola basket. Dan tentu pula kita harus bisa mengendalikannya. Tapi apakah kita bisa mengendalikan bola secara luar biasa seperti pemain professional? Tentu bisa, jika kita mau mempelajarinya dan berlatih sekuat tenaga.

Bentuk bola memang menjadi sorotan para ahli-ahli fisika. Dalam permainan sepak bola, tentu kita sering mendengar tendangan Cristiano Ronaldo yang tiba-tiba berbelok arah tanpa diketahui sebelumnya, atau tendangan pisang David Beckham yang menukik tajam. Beberapa ahli fisika telah meneliti dan menyatakan bahwa para pemain tersebut menggunakan prinsip Bernoulli dalam mengendalikan bola di udara. Bola akan menukik tajam apabila diberi torsi dan kecepatan yang tinggi.

Tapi, apakah itu juga berkaku di bola basket? Ternyata tidak. Dalam permainan bola basket, diperlukan juga adanya bola yang memutar. Namun, tujuan bola berputar di udara adalah tidak untuk membelokkan arah bola tersebut, namun lebih pada saat bola menumbuk sesuatu. Dalam hal ini, rim basket, atau lapangan. Sesaat setelah bola lepas dari tangan pemain basket, maka bola akan mengikuti litasan parabola yang konstan. Apakah bola itu akan menukik? Tidak, karena kecepatan bola saat dilempar jauh dari syarat efek Magnus yang membuat bola itu menukik. Bola berputar untuk memantulkan bola ke dalam net saat menyentuh lingkaran rim. Dan apabila bola tersebut melambung agak tinggi, putaran bola yang menyentuh papan atau lingkaran rim basket tersebut akan menghasilkan perubahan kelajuan, berlawanan arah dari putaran bola tersebut, merubah sudut datang dan sudut pantul bola menjadi kelajuan yang lebih menuju net. Itu akan terlihat bahwa bola akan masuk.

MENERIMA BOLA PASS

Pengaruh dari lemparan bola yang keras dapat diperkecil, membuat bola akan sedikit berpengaruh jika bola menumbuk badan, jika bola terlihat tidak akan tertangkap oleh tangan kita. Bola yang datang atau dilempar, mempunyai momentum m.v. Dengan menambah waktu saat menerima bola tersebut, gaya yang terjadi akan lebih kecil. Dengan kata lain, saat m·v = F·t, then F = (m·v) / t… menambah t akan memperkecil F. Prinsip ini sama persis seperti airbag yang bekerja pada mobil saat terjadi tumbukan keras. Semakin banyak waktu yang diperbesar, maka akan semakin kecil gaya yang akan diterima oleh penangkap bola. Tentu, menangkap bola di dada mempunyai keuntungan yang lebih, yaitu pemain seperti akan menjatuhkan bola, tetapi tidak, dan bola di depan dada akan lebih sulit untuk direbut oleh pemain lawan.

MEMANTULKAN BOLA

Semakin besar tekanan udara di dalam bola, akan memperkecil efek lentur pada bola itu dan akan mengurangi resiko bola cacad saat memantulkan bola, dan semakin besar pula energi yang tersimpan dalam tekanan udara di dalam bola. Penyimpanan dan pengembalian energi lebih efisien daripada material bola tersebut. Jika bola tersebut kekurangan tekanan udara di dalamnya, maka energi yang tersimpan akan terbuang sia-sia saat bola itu menyentuh tanah yang akan membuatnya memantul tidak tinggi. Untuk mendapatkan tumbukan yang elastis antara bola dan lantai, maka diperlukan tekanan udara yang besar.

Tetapi, material pemantul bola juga penting untuk membuat bola memantul tinggi. Coba pikirkan, berapa tinggi bola akan memantul di atas karpet? Tentu kita tahu, bahwa bola tersebut tidak akan memantul tinggi. Semakin lembut permukaan lantai pemantul bola, maka akan juga mengurang energi bola saat memantul di lantai. Semakin padat, maka akan semakin tinggi bola itu memantul.

MELAYANG DI UDARA

Pemain professional akan terlihat seperti mengambang di udara saat dia memasukkan bola ke dalam keranjang dengan bola masih di tangannya. Teknik ini sering di sebut slam dunk.  Tentu saja ini hanya khayalan belaka. Pemain tersebut akan kembali menyentuh tanah dengan waktu yang sama saat ia meloncat ke udara, dengan syarat, pemain tersebut tidak melakukan kontak dengan sekitarnya, hanya udara dan gravitasi. Mengapa teknik itu terlihat seperti mereka mengambang di udara? Karena, saat mereka berada titik puncak, mereka menaikkan tangannya untuk meraih keranjang bola teresebut dan memasukkan bola dengan tangannya, menimbulkan ilusi seperti mereka terus naik ke atas. Mereka juga bergerak ke depan saat meloncat, yang akan memberikan efek perhitungan waktu yang lama saat meloncat.